HaloBugar Journal
Artikel
Pesan
Gisella Anastasia saat olahraga di GBK, diolah sebagai cover editorial HaloBugar
Foto sumber: KapanLagi.com · Foto publik yang diolah ringan untuk editorial
Performance

Lari, Pilates, Gym, dan Padel dalam Satu Rutinitas Gisel

Rutinitas olahraga Gisel bisa dibaca sebagai contoh latihan silang. Tubuh tidak hanya butuh kardio, tetapi juga kekuatan, mobilitas, koordinasi, dan waktu pemulihan.

3 Sep 2026, 01.17

Ada satu pola menarik dari cara Gisella Anastasia menjaga kebugaran. Ia tidak hanya dikaitkan dengan lari. Dalam berbagai momen publik, ia juga terlihat menyentuh pilates, gym, dan padel. Bagi sebagian orang, ini terlihat seperti daftar olahraga yang sedang populer.

Namun dari sudut kebugaran, kombinasi itu sebenarnya punya logika. Tubuh manusia tidak bergerak dalam satu jalur saja. Kita berjalan, memutar badan, menahan beban, menjaga keseimbangan, mengejar sesuatu, berhenti mendadak, lalu mulai lagi.

Olahraga yang baik tidak selalu berarti memilih satu jenis dan menutup pintu untuk yang lain. Yang lebih penting adalah memahami fungsi masing-masing latihan agar tubuh tidak hanya kuat di satu sisi, tetapi rapuh di sisi lain.

Lari membangun mesin aerobik

Lari melatih jantung, paru, dan otot untuk bekerja berulang dalam waktu tertentu. Ia membantu tubuh mengirim oksigen, mengatur napas, dan memakai energi dengan lebih efisien. Untuk banyak orang, lari juga terasa praktis karena bisa dilakukan tanpa alat rumit.

Tetapi lari punya pola gerak yang dominan maju. Gerakan samping, rotasi, dan kontrol tubuh bagian atas tidak mendapat porsi sebesar olahraga lain. Jika seseorang hanya berlari tanpa latihan pendukung, sebagian otot bisa menjadi kuat, sementara otot penyeimbang tertinggal.

Ketidakseimbangan ini tidak selalu terasa di awal. Ia sering muncul setelah volume latihan naik. Lutut mulai tidak nyaman, pinggul terasa kaku, atau betis cepat menegang. Bukan karena lari salah, tetapi karena tubuh butuh dukungan dari sistem lain.

Pilates mengajarkan kontrol tubuh

Pilates sering terlihat pelan, padahal tuntutannya cukup tinggi. Latihan ini menekankan kontrol napas, stabilitas otot inti, mobilitas, dan kesadaran posisi tubuh. Untuk pelari, kemampuan seperti ini membantu menjaga postur saat tubuh mulai lelah.

Saat lari jarak jauh, teknik sering berubah ketika energi menurun. Bahu naik, panggul goyah, langkah menjadi berat, dan napas tidak teratur. Otot inti yang lebih sadar membantu tubuh tetap rapi lebih lama.

Pilates juga memberi ruang latihan dengan benturan rendah. Ini berguna pada hari ketika tubuh tetap ingin bergerak, tetapi sendi tidak perlu menerima tekanan sebanyak sesi lari.

Tubuh yang bugar tidak hanya kuat bergerak cepat. Tubuh juga perlu tahu cara menahan, mengontrol, dan kembali stabil.

Gym memberi fondasi kekuatan

Latihan beban sering disalahpahami sebagai latihan untuk membentuk badan saja. Padahal bagi orang yang aktif lari atau bermain olahraga permainan, gym bisa menjadi tempat memperkuat struktur tubuh. Otot paha, bokong, betis, punggung, dan bahu bekerja sebagai penopang gerak harian.

Kekuatan otot membantu mengurangi beban yang harus ditanggung sendi. Ketika paha dan panggul lebih stabil, lutut tidak bekerja sendirian. Ketika betis dan telapak kaki lebih siap, pendaratan saat lari menjadi lebih terkendali.

Latihan kekuatan juga membantu metabolisme. Otot yang aktif memakai energi lebih banyak, menyimpan glukosa lebih baik, dan membantu tubuh menjaga komposisi badan secara lebih sehat. Ini bukan soal menjadi ekstrem, melainkan membangun fondasi.

Jenis latihan Fungsi utama Catatan agar aman
Lari Kardio dan daya tahan Naikkan jarak bertahap
Pilates Stabilitas dan kontrol napas Fokus pada teknik, bukan cepat selesai
Gym Kekuatan otot penopang Mulai dari beban yang bisa dikontrol
Padel Reaksi dan koordinasi Jaga lutut dan pergelangan saat bergerak samping
Istirahat Pemulihan jaringan Tetap bagian dari program, bukan tanda malas

Padel melatih reaksi yang berbeda

Padel memberi stimulasi yang tidak banyak muncul dalam lari. Ada gerakan samping, berhenti mendadak, memutar badan, dan membaca arah bola. Semua ini melibatkan koordinasi mata, kaki, tangan, dan pengambilan keputusan cepat.

Bagi tubuh, variasi seperti ini membuat sistem saraf tetap aktif. Otot tidak hanya dilatih untuk maju, tetapi juga merespons arah yang berubah. Namun padel juga punya risiko bila dimainkan saat tubuh terlalu lelah. Pergelangan kaki, lutut, dan pinggang bisa menerima tekanan mendadak.

Karena itu, olahraga permainan sebaiknya ditempatkan dengan sadar. Jangan semua sesi dibuat kompetitif. Ada hari untuk bermain ringan, ada hari untuk latihan teknik, dan ada hari untuk benar-benar pulih.

Kombinasi yang sehat tetap butuh batas

Melihat banyak jenis olahraga bisa membuat orang ingin melakukan semuanya sekaligus. Di sinilah rencana menjadi penting. Tubuh tidak menghitung olahraga dari namanya, tetapi dari total beban yang diterima. Lari, gym, pilates, dan padel tetap masuk ke rekening energi yang sama.

Jika tidur kurang, pekerjaan sedang padat, atau tubuh mulai memberi sinyal nyeri, jadwal perlu disesuaikan. Mengurangi latihan bukan berarti mundur. Kadang itu cara paling masuk akal agar kebiasaan tetap panjang.

Bagi pembaca yang ingin meniru prinsipnya, mulai dari dua hal saja. Pilih satu latihan kardio yang disukai dan satu latihan penguat tubuh. Setelah ritmenya stabil, baru tambahkan variasi lain. Kebugaran yang matang biasanya tidak datang dari banyaknya jenis olahraga, tetapi dari kemampuan menyusun porsinya.

Gisel menjadi contoh bahwa olahraga bisa punya banyak wajah. Ada hari untuk berlari, ada hari untuk menguatkan tubuh, ada hari untuk bermain, dan ada hari untuk diam. Ketika semuanya ditempatkan dengan porsi yang waras, rutinitas tidak lagi terasa seperti proyek musiman.

Membagi porsi dalam satu minggu

Kombinasi olahraga hanya bekerja baik jika porsinya masuk akal. Dalam satu minggu, tubuh perlu menerima latihan kardio, kekuatan, mobilitas, dan pemulihan tanpa semuanya berubah menjadi sesi berat. Jika setiap latihan dibuat keras, tubuh tidak punya hari untuk menyerap manfaatnya.

Satu pola sederhana bisa dimulai dari tiga sampai empat hari aktif. Satu hari lari ringan, satu hari latihan kekuatan, satu hari mobilitas atau pilates, lalu satu hari olahraga permainan bila tubuh siap. Di antara itu, jalan santai atau istirahat total tetap punya tempat.

Bagi orang yang sudah terbiasa, porsinya bisa ditambah. Namun prinsipnya tetap sama. Jangan menumpuk dua latihan yang sama-sama berat berurutan jika tubuh belum siap. Setelah lari panjang, misalnya, lebih masuk akal memberi ruang pemulihan sebelum padel kompetitif atau latihan kaki berat.

Ukuran berhasil tidak selalu terlihat dramatis

Rutinitas yang baik sering terlihat biasa dari luar. Tidak selalu ada rekor baru, tidak selalu ada foto finis, dan tidak selalu ada keringat yang membuat latihan tampak heroik. Kadang tanda berhasil justru lebih sederhana. Tangga terasa lebih ringan, tidur lebih nyenyak, punggung tidak cepat pegal, dan mood lebih stabil.

Itu sebabnya variasi olahraga perlu dilihat sebagai cara merawat fungsi tubuh, bukan hanya mengejar bentuk badan. Lari mengurus daya tahan. Pilates mengurus kontrol. Gym mengurus kekuatan. Padel mengurus reaksi dan koordinasi. Pemulihan menjaga semuanya tetap bisa diulang.

Ketika semua unsur itu disusun dengan tenang, olahraga tidak lagi terasa seperti proyek besar yang harus selalu dibuktikan. Ia menjadi bagian dari cara tubuh dipakai, dijaga, dan dikenali dari minggu ke minggu.

Artikel HaloBugar bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau penanganan medis profesional.