HaloBugar Journal
Artikel
Pesan
Foto Bethenny Frankel
Foto sumber: aol.com · Hak cipta mengikuti sumber; verifikasi editorial wajib sebelum publikasi
HaloBugar Journal

‘Risiko 98%’ dan saran double mastektomi: cara menilai angka dan pilihan aman

Bethenny Frankel menyebut ada dokter yang menyarankan double mastektomi setelah ia mendengar angka “98% risiko” kena kanker payudara. Pedoman klinis menunjukkan operasi pencegahan ini efektif pada kelompok sangat berisiko, tetapi keputusan tidak boleh bertumpu pada satu angka dari satu layanan saja.

19 Okt 2026, 01.00

Pada 15 Oktober 2026 waktu AS, Bethenny Frankel mengunggah video Instagram yang bercerita soal evaluasi risikonya terhadap kanker payudara. Ia mengatakan ada dokter yang menyarankan double mastektomi atau pengangkatan kedua payudara untuk menurunkan risiko. Ia juga menyebut angka “98% risk”. Laporan E! News dua hari kemudian merangkum pengakuan itu dan menambahkan bahwa ada spesialis lain yang tidak menganjurkan operasi segera, melainkan pemantauan ketat.

Pengakuan figur publik sering membuat warganet bertanya apakah saran seperti ini juga berlaku untuk mereka yang menerima hasil “risiko tinggi” dari layanan komersial. Jawabannya bergantung pada bukti, konteks pribadi, dan proses konseling yang tepat. Penjelasan di bawah membantu menata keputusan agar tidak terpaku pada satu angka tanpa konteks.

Apa itu mastektomi profilaksis dan seberapa efektif?

Mastektomi profilaksis atau risk-reducing mastectomy adalah operasi mengangkat jaringan payudara yang sehat untuk menurunkan peluang terkena kanker payudara di kemudian hari. Ringkasan National Cancer Institute menyatakan tindakan ini bisa menurunkan risiko lebih dari 95 persen pada pembawa mutasi gen BRCA dan hingga sekitar 90 persen pada orang dengan riwayat keluarga yang sangat kuat. Namun operasi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya karena masih ada sisa jaringan payudara.

Efektivitas ini membuatnya relevan pada kelompok sangat berisiko. Tetapi pedoman tidak merekomendasikan mastektomi profilaksis secara luas untuk semua orang. Operasi besar selalu membawa manfaat dan risiko yang harus ditimbang hati-hati bersama tim klinis.

Kapan operasi ini dipertimbangkan

Pedoman NCCN 2026 menyebut mastektomi profilaksis biasanya dipertimbangkan pada orang dengan salah satu kondisi berikut:

  • Membawa varian patogen atau kemungkinan patogen pada gen berpenetransi tinggi yang sangat meningkatkan risiko kanker payudara. Contohnya BRCA1, BRCA2, TP53, PTEN, dan CDH1.
  • Memiliki riwayat keluarga yang sangat kuat terhadap kanker payudara dan faktor lain yang meningkatkan risiko secara bermakna setelah dinilai tim klinis.
  • Pernah mendapat radiasi dinding dada sebelum usia 30 tahun, misalnya untuk pengobatan penyakit lain.

Di luar kelompok ini, kebanyakan orang tidak dianjurkan menjalani operasi pencegahan. Rekomendasi juga tidak memakai satu patokan angka yang sama untuk semua. Penilaian individual tetap kunci. Sejalan dengan itu, USPSTF menekankan asesmen risiko yang terarah serta konseling genetik bagi perempuan dengan riwayat pribadi atau keluarga yang relevan, bukan skrining genetik massal.

Cara membaca angka risiko yang besar

Angka risiko terdengar tegas, padahal maknanya bisa berbeda tergantung cara menghitung. Pertama, pastikan periode waktunya. Ada angka untuk risiko seumur hidup, 5 tahun, atau 10 tahun. Tanpa jangka waktu, angka yang besar bisa menyesatkan.

Kedua, kenali dasar perhitungannya. Model risiko berbeda memasukkan variabel yang tidak sama. Ada yang berbasis riwayat keluarga, usia, hasil biopsi, kepadatan payudara, hingga hasil tes genetik. Karena itu, hasil antarmodel bisa berbeda. Layanan komersial juga bisa menyatukan skor dari beberapa sumber, yang belum tentu setara dengan bukti bahwa kamu pembawa mutasi gen berpenetransi tinggi. Status genetik perlu dibuktikan dengan tes yang tepat dan ditafsirkan oleh konselor genetik atau dokter yang terlatih.

Ketiga, ingat bahwa ketidakpastian tetap ada. Bahkan pada pembawa BRCA, risiko bervariasi menurut jenis mutasi dan konteks keluarga. Inilah alasan pedoman menganjurkan konseling genetik serta second opinion sebelum mengambil keputusan permanen.

Dalam kasus yang diberitakan E! News, Bethenny Frankel mengatakan ada dokter yang menyarankan double mastektomi setelah menilai dirinya sangat berisiko. Ia juga menyebut ada spesialis lain yang menyarankan pemantauan ketat. Ini menggambarkan kenyataan klinis: saran bisa berbeda jika data yang dipakai, cara membaca risiko, atau nilai pribadi pasien tidak sama. Publik tidak memiliki seluruh detail medis Bethenny, sehingga tidak tepat menarik kesimpulan untuk diri sendiri dari satu unggahan.

Manfaat nyata, risiko juga ada

Mastektomi profilaksis memang menurunkan peluang terkena kanker pada kelompok yang sangat berisiko. Namun ini operasi besar. Komplikasi seperti perdarahan, infeksi, atau masalah penyembuhan luka bisa terjadi. Sensasi payudara dan puting dapat berubah dan kadang menetap. Dampaknya pada citra tubuh, hubungan intim, dan kesehatan mental juga perlu dipertimbangkan. Rekonstruksi payudara tersedia, tetapi sering memerlukan lebih dari satu prosedur dan waktu pemulihan.

Karena itu, keputusan biasanya melibatkan dialog berulang antara pasien dan tim multidisiplin. Tujuannya menimbang manfaat, risiko, alternatif, dan preferensi pribadi secara seimbang.

Alternatif selain operasi

Bagi orang dengan risiko menengah atau yang indikasinya belum jelas, pedoman mengakui beberapa pilihan. Pemantauan lebih intensif bisa dipilih. Pada sebagian kelompok berisiko tinggi, dokter dapat menganjurkan MRI payudara tahunan ditambah mamografi berkala agar temuan bisa dideteksi lebih dini. Untuk sebagian kandidat, obat pencegahan tertentu dapat menurunkan risiko, terutama pada kelompok pasca-menopause atau dengan profil risiko tertentu. Obat ini punya manfaat dan efek samping yang perlu dibahas.

Perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan sehat, aktif bergerak, membatasi alkohol, dan tidak merokok baik untuk kesehatan umum. Namun kebiasaan ini tidak menggantikan perlindungan yang diperlukan pada pembawa mutasi berisiko sangat tinggi.

Konseling genetik dan akses di Indonesia

USPSTF menyarankan konseling genetik dan, bila perlu, tes genetik pada orang dengan riwayat pribadi atau keluarga yang mengarah. Contohnya beberapa kerabat dekat terkena kanker payudara pada usia muda, ada riwayat kanker ovarium, pankreas, atau prostat tingkat lanjut dalam keluarga, atau pernah mendapat radiasi dinding dada pada usia muda.

Dalam sesi konseling, tenaga terlatih akan mengumpulkan silsilah kanker keluarga, menjelaskan jenis tes serta batasnya, membantu menafsirkan hasil yang tidak selalu hitam putih seperti “varian maknanya belum jelas”, lalu menyusun rencana tindak lanjut apakah perlu operasi, pemantauan, obat pencegahan, atau kombinasi.

Di Indonesia, akses konseling genetik masih terbatas. Kamu bisa mulai dengan bertanya ke dokter spesialis bedah onkologi, onkologi medik, atau radiologi di rumah sakit besar dan pusat kanker untuk rujukan yang tepat. Mencari second opinion adalah langkah wajar sebelum keputusan besar.

Menyusun keputusan yang masuk akal

Pastikan angka risikomu punya konteks. Tanyakan periode waktunya, dasar perhitungannya, dan apakah termasuk hasil tes genetik yang tervalidasi. Bawa hasil itu ke tenaga kesehatan yang paham onkogenetika, idealnya dalam forum konseling genetik dan tim multidisiplin. Bandingkan manfaat dan risiko semua opsi, termasuk operasi, pemantauan ketat, dan obat pencegahan, lalu minta penjelasan angka manfaat yang realistis untuk profilmu. Terakhir, nilai preferensi pribadi. Ada orang yang merasa lebih tenang dengan operasi. Ada juga yang memilih pemantauan intensif. Keduanya sah bila sesuai pedoman dan dipahami risikonya.

Intinya, mastektomi profilaksis adalah alat yang kuat untuk kelompok yang tepat. Namun angka “risiko 98%” tanpa konteks bukan alasan tunggal untuk operasi. Keputusan terbaik lahir dari data yang valid, konseling yang memadai, dan second opinion yang jernih.

Sumber rujukan pembaca:

  • E! News. RHONY’s Bethenny Frankel details double mastectomy advice, breast biopsy. 17 Oktober 2026.
  • AOL. Sindikasi laporan E! yang mengutip video Instagram 15 Oktober 2026.
  • NCCN Clinical Practice Guidelines v1.2026: Breast Cancer Risk Reduction.
  • National Cancer Institute. Surgery to Reduce the Risk of Breast Cancer. Diperbarui 1 Desember 2025.
  • USPSTF. BRCA-Related Cancer: Risk Assessment, Genetic Counseling, and Genetic Testing. 2019.

Artikel HaloBugar bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau penanganan medis profesional.