HaloBugar Journal
Artikel
Pesan
Foto ilustrasi terkait Sulit Terlelap? Benahi Kebiasaan Sore hingga Menjelang Tidur
Foto sumber: cdc.gov · Hak cipta mengikuti sumber; verifikasi editorial wajib sebelum publikasi
HaloBugar Journal

Sulit Terlelap? Benahi Kebiasaan Sore hingga Menjelang Tidur

Kopi sore, layar yang masih menyala, dan jam tidur yang berubah-ubah bisa ikut mengganggu istirahat. Mulai dari kebiasaan yang bisa kamu atur.

1 Okt 2026, 22.55

Banyak orang sudah menutup laptop dan memadamkan lampu, tetapi kantuk tak juga datang. Sering kali, kebiasaan sore hingga malam justru bertentangan dengan biologi tidur: kafein masih aktif, cahaya terlalu terang, atau kamar belum kondusif.

Persiapan tidur bisa dimulai dari kebiasaan yang berlangsung jauh sebelum kepala menyentuh bantal. Waktu minum kopi, cahaya di kamar, dan kegiatan menjelang tidur adalah beberapa hal yang bisa diperiksa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebut orang dewasa perlu sedikitnya 7 jam tidur per malam dan menganjurkan kamar yang gelap atau redup, tenang, dan sejuk.

Cahaya dan kafein ikut memengaruhi kantuk

Cahaya adalah penentu utama ritme sirkadian. Lembaga riset biomedis AS menjelaskan ritme harian disinkronkan oleh jam utama di otak yang peka terhadap cahaya. Ketika paparan cahaya terang berlanjut hingga malam, sinyal waktu tidur cenderung mundur. Studi di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan membaca dari eReader bercahaya di malam hari menekan melatonin, menggeser fase sirkadian ke lebih malam, memperburuk kualitas tidur, dan menurunkan kewaspadaan keesokan harinya.

Zat perangsang juga memengaruhi kemudahan terlelap. Penelitian di Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan konsumsi kafein setara 400 mg bahkan 6 jam sebelum tidur masih mengurangi total durasi tidur lebih dari 60 menit dan mengganggu arsitektur tidur. Keputusan di sore hari ikut menentukan bagaimana kamu tidur di malam hari.

Ada pula isyarat fisik yang membantu tubuh menutup hari. Tinjauan sistematis di Sleep Medicine Reviews menyimpulkan mandi atau shower hangat dengan suhu 40 sampai 42,5 °C selama setidaknya 10 menit, dijadwalkan 1 sampai 2 jam sebelum tidur, dapat mempercepat waktu terlelap dan meningkatkan efisiensi tidur. Temuan ini membahas kebiasaan yang berbeda. Menggabungkannya bukan berarti ada satu rumus menit yang pasti membuat semua orang cepat tertidur.

Beri jeda antara kesibukan dan waktu tidur

Sekitar satu jam sebelum tidur, akhiri pekerjaan dan aktivitas mental yang mendesak agar tidak terbawa ke tempat tidur. Jika biasa minum kopi atau teh sore, hentikan lebih awal di siang atau sore hari. Temuan Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan jeda 6 jam belum cukup pada dosis 400 mg bagi sebagian orang, sehingga menghentikan kafein sejak pertengahan sore lebih aman untuk banyak orang. Bila lapar, pilih camilan ringan yang tidak memicu rasa panas di ulu hati atau kembung. Susun transisi: matikan notifikasi yang memicu keinginan mengecek layar dan siapkan keperluan esok hari agar pikiran tidak berputar saat lampu padam.

Setidaknya 30 menit sebelum tidur, matikan perangkat elektronik sesuai anjuran CDC dan kurangi cahaya terang di ruangan. Bukti dari studi PNAS menekankan paparan layar terang di malam hari menunda jam biologis. Alihkan perhatian ke aktivitas tenang tanpa layar. Siapkan kamar sejuk, gelap atau redup, dan tenang sesuai anjuran CDC.

Menjelang tidur, pilih aktivitas tenang yang terasa nyaman. Membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan bisa menjadi pilihan, sebagaimana disarankan NIH. Strategi seperti stimulus control dan relaksasi merupakan bagian dari terapi perilaku-psikologis yang direkomendasikan American Academy of Sleep Medicine sebagai lini pertama untuk insomnia kronis. Prinsipnya, tempat tidur hanya untuk tidur dan hubungan intim. Jika belum terlelap setelah beberapa waktu, bangun sejenak ke ruangan lain yang remang hingga kantuk muncul kembali.

Tambahan opsional: jika jadwal memungkinkan, tempatkan mandi atau shower hangat pada suhu 40 sampai 42,5 °C selama setidaknya 10 menit di rentang 1 sampai 2 jam sebelum tidur. Meta-analisis Sleep Medicine Reviews menemukan pendekatan ini membantu mempercepat waktu terlelap dan meningkatkan efisiensi tidur. Fokuslah pada kenyamanan dan konsistensi waktu.

Alkohol dan obat tidur bukan jalan pintas

Alkohol bukan cara aman untuk membantu tidur. Lembaga riset alkohol AS menjelaskan alkohol dapat membuat mengantuk di awal malam, tetapi mengganggu arsitektur tidur secara keseluruhan. Pedoman farmakologis American Academy of Sleep Medicine menekankan obat tidur digunakan selektif dan berbasis bukti, sedangkan terapi perilaku adalah lini pertama untuk insomnia kronis. Mengontrol paparan cahaya adalah pengungkit harian yang kuat. Redupkan di malam hari dan konsistenkan jadwal tidur dan bangun untuk menstabilkan ritme harian.

Keluhan yang menetap perlu diperiksa

Bila sulit tidur berlanjut beberapa malam per pekan selama berminggu-minggu dan mengganggu fungsi siang hari, evaluasi medis diperlukan. MedlinePlus menyebut terapi perilaku-kognitif untuk insomnia adalah opsi efektif yang patut dipertimbangkan. Pendekatan perilaku-psikologis seperti CBT-I, sleep restriction, stimulus control, dan relaksasi direkomendasikan AASM sebagai terapi lini pertama pada insomnia kronis orang dewasa.

Tidak semua orang akan merasakan perubahan dalam waktu yang sama. Mulailah dengan mencatat jam tidur, waktu bangun, dan kebiasaan sore yang ingin diperbaiki. Catatan tersebut juga bisa membantu menjelaskan keluhan saat berkonsultasi, terutama bila kesulitan tidur sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Artikel HaloBugar bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau penanganan medis profesional.