
Viola Davis bicara shingles: apa itu, siapa berisiko, dan status vaksin di RI
Viola Davis mengungkap pengalamannya dengan shingles saat kampanye edukasi GSK pada 8 Oktober 2026. Ini pengingat bahwa herpes zoster bisa sangat nyeri, risikonya naik setelah usia 50 tahun, dan ada vaksin berkemanjuran tinggi yang sudah berizin edar di Indonesia.
Viola Davis untuk pertama kalinya menceritakan pengalamannya terkena shingles. Ia melakukannya dalam wawancara eksklusif yang terbit 8 Oktober 2026, berbarengan dengan kampanye edukasi Shingles, actually dari GSK di New York. Pengakuan aktris pemenang Oscar itu mengangkat lagi pembahasan yang sering terlambat: herpes zoster bisa sangat menyakitkan, tetapi sebenarnya dapat dicegah.
Artikel ini menjawab pokok pertanyaannya: shingles itu apa, siapa yang paling berisiko, seberapa efektif vaksinnya, dan apakah vaksin tersebut sudah tersedia di Indonesia.
Shingles itu apa dan mengapa bisa muncul lagi?
Shingles, atau herpes zoster, adalah ruam dan nyeri yang muncul ketika virus varicella-zoster (VZV), virus yang sama penyebab cacar air, aktif kembali dari keadaan dorman di saraf. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak hilang. Ia tetap berdiam di jaringan saraf dan pada sebagian orang bisa aktif kembali bertahun-tahun kemudian sebagai shingles.
Gejalanya biasanya berupa nyeri atau rasa terbakar di satu sisi tubuh atau wajah, diikuti ruam dengan bintil berisi cairan. Pada sebagian orang, nyeri tetap menetap lama setelah ruam hilang. Kondisi ini dikenal sebagai neuralgia pascaherpes, yaitu nyeri saraf yang bisa mengganggu aktivitas harian.
Risiko shingles meningkat seiring bertambahnya usia. Sistem kekebalan cenderung melemah dengan waktu, sehingga pengawasan terhadap virus lama ini ikut berkurang. Risiko juga lebih tinggi pada orang dengan kekebalan tubuh lemah, misalnya karena penyakit atau obat tertentu.
Siapa yang disasar vaksin dan bagaimana cara kerjanya?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan vaksin rekombinan zoster dengan merek dagang Shingrix untuk mencegah shingles pada:
- Orang dewasa usia 50 tahun ke atas.
- Orang usia 19 tahun ke atas yang memiliki kekebalan tubuh lemah.
Rangkaian vaksinnya dua dosis, dengan jarak 2 sampai 6 bulan. Vaksin ini membantu melatih ulang sistem kekebalan agar siap menahan reaktivasi virus VZV yang sudah lama berdiam di saraf.
Efektivitasnya tinggi. Menurut CDC, Shingrix menurunkan risiko shingles sekitar 97% pada usia 50 sampai 69 tahun dan sekitar 91% pada usia 70 tahun ke atas. Angka ini menggambarkan perlindungan yang kuat pada kelompok usia yang justru paling berisiko.
Vaksin tidak digunakan untuk mengobati shingles yang sedang aktif. Tujuannya pencegahan. Jika kamu sedang mengalami ruam akut, tenaga kesehatan biasanya akan menunda vaksinasi hingga gejala mereda.
Efek samping umum setelah suntikan biasanya ringan sampai sedang, seperti nyeri di tempat suntikan, lelah, atau demam ringan, dan umumnya hilang dalam beberapa hari. Diskusikan dengan tenaga kesehatan jika kamu punya kondisi medis tertentu atau sedang memakai obat yang memengaruhi kekebalan.
Apakah vaksin shingles sudah tersedia di Indonesia?
Ya. Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan izin edar untuk Shingrix pada 13 Mei 2024. Selain itu, terdapat sertifikat lot release impor bertanggal 14 September 2026 yang menandakan ada batch resmi yang masuk ke pasar domestik. Artinya, akses di Indonesia mulai terbuka melalui fasilitas layanan kesehatan dan jejaring vaksinasi yang bekerja sama dengan distributor resmi.
Karena ketersediaan dapat berbeda antar daerah dan fasilitas, langkah praktisnya adalah:
- Tanyakan ke dokter umum, dokter penyakit dalam, atau klinik vaksinasi mengenai stok dan jadwal dua dosis.
- Konfirmasikan biaya dan apakah ada program pembiayaan tambahan dari asuransi kamu.
- Bawa riwayat medis, termasuk obat imunosupresif, untuk menilai waktu pemberian yang paling aman.
Pertanyaan yang sering muncul
Jika sudah pernah kena shingles, apakah masih perlu vaksin? CDC merekomendasikan vaksinasi tetap dilakukan untuk mencegah kekambuhan di masa depan. Waktunya ditentukan setelah kamu pulih dari episode akut. Konsultasikan dengan dokter agar jedanya sesuai.
Apakah vaksin menjamin tidak akan kena sama sekali? Tidak ada vaksin yang 100% melindungi semua orang. Namun, kemanjurannya tinggi dan pada sebagian orang yang tetap terkena, penyakitnya cenderung lebih ringan.
Apakah perlu booster selain dua dosis? Rekomendasi saat ini adalah dua dosis. Belum ada anjuran rutin untuk dosis tambahan di luar rangkaian tersebut. Ikuti pembaruan dari otoritas kesehatan dan saran dokter kamu.
Apa artinya untuk pembaca Indonesia sekarang?
Kisah Viola Davis mengingatkan bahwa nyeri shingles bisa sangat menguras energi. Kabar baiknya, pencegahan tersedia dan bukti kemanjurannya kuat pada kelompok usia yang paling berisiko. Dengan izin edar BPOM dan adanya lot release impor, akses di Indonesia mulai nyata.
Jika kamu berusia 50 tahun ke atas, atau memiliki kondisi yang melemahkan kekebalan, pertimbangkan untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksinasi dua dosis. Pertanyaan yang bisa kamu bawa ke konsultasi antara lain: apakah kondisimu saat ini cocok untuk mulai vaksin, jeda antardosis yang pas, interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi, dan bagaimana memantau efek samping ringan yang mungkin muncul.
Tetap ingat batasnya. Vaksin mencegah, bukan mengobati episode yang sedang berlangsung. Bila muncul ruam nyeri yang mengarah ke shingles, segera periksa agar evaluasi dan penanganan dilakukan sedini mungkin.
Sumber ringkas: rekomendasi dan data efektivitas dari CDC, serta informasi izin edar dan sertifikasi dari BPOM. Ketersediaan di tingkat fasilitas bisa berbeda, jadi pastikan langsung ke layanan kesehatan setempat.
Artikel HaloBugar bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau penanganan medis profesional.